Selasa, 26 Desember 2017

Spurs Dituntut Konsisten dan Tak Pikirkan Posisi di Klasemen

Spurs Dituntut Konsisten dan Tak Pikirkan Posisi di Klasemen


Lotus777 - Inkonsistensi membuat Tottenham Hotspur tertinggal jauh dari Manchester City di Premier League. Spurs kini dituntut untuk konsisten dan tak memikirkan posisi di klasemen.

Setelah kompetisi berjalan setengahnya, Spurs menghuni peringkat kelima di klasemen sementara dengan perolehan 34 poin, tertinggal 21 poin di belakang City yang berada di puncak. Harry Kane dan kawan-kawan baru menang sepuluh kali dalam 19 pertandingan dan sudah kalah lima kali. Padahal, saat jadi runner-up pada musim lalu, mereka hanya kalah empat kali di sepanjang musim.

Salah satu penyebab tercecernya Spurs adalah ketidakmampuan mereka memaksimalkan kesempatan menang pada laga-laga yang seharusnya bisa dimenangi, misalnya ketika diimbangi Burnley, Swansea City, dan West Bromwich Albion di kandang sendiri.

Selain itu, Spurs punya catatan yang relatif mengecewakan ketika bertemu tim-tim rival. The Lilywhites memang tampil gemilang ketika menggebuk Liverpool, tapi pada pertandingan lainnya mereka kalah dari Chelsea, Manchester United, Arsenal, dan City.

Spurs telah bangkit usai kalah dari City dengan menghajar Burnley 3-0 pada Sabtu (23/12/2017) lalu. Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, pun berharap timnya mampu menjaga momentum.

"Kami tak boleh memikirkan soal klub lain. Kami harus menjaga momentum, berusaha menang lagi, konsisten," ujar Pochettino seperti dikutip Sky Sports.

"Jika kami ingin berjuang hingga akhir untuk hal-hal besar, kami harus berusaha konsisten. Tapi, saya yakin tim fokus. Tim berada dalam kondisi baik. Penting untuk yakin lagi dan tersenyum lagi dengan menang di kandang Burnley setelah kalah di markas Manchester City," lanjut Pochettino.

Spurs selanjutnya akan menghadapi Southampton di Boxing Day, Selasa (26/12/2017) besok. Bagi Pochettino, laga ini adalah satu-satunya hal yang harus dipikirkan oleh timnya.

"Saya pikir kami harus fokus ke tantangan Southampton. Kami tak boleh memikirkan posisi kedua, pertama, ketiga, atau empat besar. Saya pikir hal yang paling penting adalah pertandingan berikutnya," kata dia.